Memasuki Usia Ke 4 Tahun, SAP Express Siap untuk Go Public


Posted on 2018-10-12 09:56:43


Press Release

Untuk disiarkan segera

 

Memasuki Usia Ke-4 Tahun, SAP Express Siap untuk Go Public

 

Jakarta, 4 September 2018. PT Satria Antaran Prima Tbk (SAP Express) pada hari ini menggelar Investor & Media Gathering bertepatan dengan dilaksanakannya Penawaran Awal sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. SAP Express menawarkan sebanyak-banyaknya 600.000.000 saham atau sebesar 60% dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO. Adapun kisaran harga yang ditawarkan melalui Penawaran Awal (bookbuilding) adalah Rp220-Rp260 per lembar saham. SAP Express telah menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Sesuai rencana, bookbuilding berlangsung mulai tanggal 31 Agustus 2018 hingga 10 September 2018. Sedangkan masa Penawaran Umum dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24-26 September 2018 setelah diterimanya Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga saham SAP Express diharapkan dapat diperdagangkan pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar akhir September atau awal bulan oktober tahun ini.

Dalam presentasinya, Budiyanto Darmastono, Direktur Utama SAP Express mengatakan bahwa melalui IPO ini, diharapkan SAP Express dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industri jasa pengiriman (express delivery) sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang.

Sebagai gambaran atas perkembangan dunia e-commerce yang pesat ini, Budiyanto mengutip data yang dirilis oleh Statista Digital Market Outlook pada tahun 2017. Penjualan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan mencapai lebih dari USD8,5 miliar, naik sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD5,8 miliar. Masih dari sumber yang sama, pada tahun 2022, penjualan e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.

Hal tersebut secara nyata dibuktikan dengan menjamurnya beragam pilihan barang yang telah tersedia di berbagai platform e-commerce di Indonesia, yang pada beberapa tahun lalu bahkan belum terpikirkan oleh masyarakat. Mulai dari pakaian, perlengkapan bayi, hingga makanan, aksesoris dan perlengkapan otomotif serta obat-obatan. Dengan teknologi yang dikembangkannya, sistem user interface SAP Express dapat digunakan oleh semua platform e-commerce karena mampu diintegrasikan secara langsung melalui applicaton programming interface (API).

“Industri jasa pengiriman adalah salah satu industri yang akan terus ada sepanjang masa, selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan. Memasuki usia yang ke empat tahun, kami mantap untuk menjadikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka (go public),” tambah Budiyanto disela-sela menanggapi pertanyaan awak media di Aula Utama Bursa Efek Indonesia Selasa (4/9/2018).

Sebagai salah satu perusahaan jasa pengiriman dengan pertumbuhan tercepat di Tanah Air, SAP Express telah melayani berbagai institusi besar seperti Zilingo, Lazada, Blibli, Bank Mandiri, Bank BCA, Adira Finance, Indofood, Unilever, dan institusi lainnya dari berbagai industri.

SAP Express sendiri menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional & kargo, jasa manajemen pergudangan & distribusi, mailing room, pengiriman melalui transportasi darat, laut & udara, cash on delivery, dan dedicated courier. Untuk dua jasa pengiriman yang disebutkan terakhir yaitu cash on delivery dan dedicated courier, Budiyanto mengklaim ini menjadi kekuatan utama SAP Express dalam peta persaingan antar sesama perusahaan jasa pengiriman lain. Untuk pengiriman dalam negeri sendiri, SAP Express menawarkan paket Same Day Service, One Day Service, dan Regular Service.

Sejak berdiri pada tahun 2014, SAP Express sudah menancapkan visinya untuk menjadi salah satu perusahaan pengiriman terbaik yang memiliki  pertumbuhan berkesinambungan (sustainable growth) dengan cara menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Melalui hajatan IPO ini juga, SAP Express diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola dan performanya seiring dengan adanya pengawasan dari publik, BEI dan OJK.

SAP Express didirikan oleh Budiyanto Darmastono, pria lulusan Fakultas Ekonomi UGM yang sudah malang-melintang di dunia bisnis kurir dan logistik selama 25 tahun. Kombinasi strategi penetrasi yang cepat, perluasan jaringan dan jangkauan hingga ke setiap kecamatan di Indonesia dan keseriusan dalam investasi teknologi membuat SAP Express tumbuh cepat jauh diatas rata-rata industri.

Ia mengembangkan SAP Express dengan positioning sebagai perusahaan kurir yang didukung oleh teknologi tinggi dan penuh inovasi sehingga mampu berkembang di tengah kompetisi yang ketat. Dengan tagline ‘Sahabat Pengiriman,’ SAP Express menargetkan menjadi perusahaan kurir terdepan dan terpercaya layaknya seorang sahabat sejati. Dalam kepemimpinannya, saat ini Budiyanto Darmastono dibantu oleh dua anggota direksi dan dua anggota dewan komisaris, yang masing-masing telah memiliki rekam jejak panjang di bidang pengiriman dan logistik maupun bidang lain yang mampu menunjang operasional SAP Express. Sebelum Penawaran Umum, sebanyak 99,5% saham dimiliki oleh Budiyanto Darmastono, dan sisanya dimiliki oleh Yuwono Darmastoto.

Hingga 31 Maret 2018, SAP Express telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 2.400 orang karyawan, dimana hampir setengahnya merupakan tenaga kurir yang ditempatkan di hampir seluruh kecamatan di Indonesia. Pada periode yang sama, SAP Express mengoperasikan 246 armada pengiriman yang terdiri dari blind van, carry box, dan MPV, serta ribuan sepeda motor untuk pengiriman last-mile. Pada tahun 2017, 2016 dan 2015. Pertumbuhan volume rata-rata pengiriman yang dilayani SAP Express adalah lebih dari 150% setiap tahunnya.

Pada kuartal pertama tahun 2018, SAP Express membukukan pendapatan sebesar Rp48,2 miliar, meningkat 54,3% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang sebesar Rp31,2 miliar. Sementara itu, pada tahun 2017, 2016 dan 2015 SAP Express membukukan pendapatan masing-masing sebesar Rp148,2 miliar, Rp117,4 miliar, dan Rp60,0 miliar.

Adapun laba bruto SAP Express pada kuartal pertama tahun 2018 tercatat sebesar Rp10,8 miliar, naik 59,3% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp6,8 miliar. Pada tahun 2017, 2016 dan 2015 SAP Express membukukan laba bruto masing-masing senilai Rp28,2 miliar, Rp28,2 miliar, dan Rp7,1 miliar. Setelah IPO, manajemen memperkirakan adanya perbaikan pada operasional dan performa laporan keuangan yang menyebabkan laba bersih di tahun-tahun yang akan datang.

Adapun nilai aset per 31 Maret 2018 tercatat sebesar Rp56,3 miliar, meningkat dibandingkan aset per 31 Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp44,0 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp47,3 miliar dari Rp43,4 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp8,9 miliar dari Rp553juta. Sementara itu, pada 31 Maret 2018, current ratio tercatat sebesar 2,1 kali, gross profit margin sebesar 22,5% dan perbandingan aset dengan liabilitas sebesar 1,2 kali.

 

 

SAP Express at a Glance

SAP Express didirikan Budiyanto Darmastono pada tahun 9 September 2014. Dari tahun ke tahun SAP Express terus mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan, hingga saat ini jumlah cabang SAP Express mencapai lebih dari 70 cabang yang dikelola secara mandiri. Pada 3 Oktober 2018. SAP Express secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SAPX. Transformasi dari private company menjadi public company menjadi bukti komitmen perseroan untuk mendukung industri logistik dan kurir terus berkelanjutan sepanjang zaman.